Home » , , , , , , , » Membuat Pupuk Organik

Membuat Pupuk Organik

Untuk pertumbuhan optimal, tanaman memerlukan hara atau zat makanan yang memadai di dalam tanah. Secara alami hara tersebut terpenuhi dari serasah dedaunan, kotoran ternak dan bermacam organisme lain yang mengalami proses penguraian yang akhirnya menjadi makanan bagi tanaman.
Hara yang berasal dari serasah dedaunan atau kotoran ternak tersebut disebut humus. Kini humus tersebut dapat dibuat yaitu dengan menambahkan bahan pengurai yang disebut decomposer kepada serasah daun/kotoran ternak, hasil penguraian tersebut disebut kompos/bokashi.


Kompos/bokashi sangat berperan dalam proses pertumbuhan tanaman. Kompos/bokashi tidak hanya menambah unsur hara, tetapi juga menjaga fungsi tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Untuk mendapatkan kompos/bokashi caranya sangat mudah dan tidak memerlukan biaya mahal.

KOMPOS AKTIF/BOKASHI JERAMI
1.    Alat dan Bahan
       1)    Alat
              •    Cangkul/sekop
              •    Emrat
              •    Ember
              •    Karung
              •    Sendok makan
       2)    Bahan
            •    Jerami padi 20 bagian termasuk berbagai jenis rumput/pupuk hijau yang telah dipotong-potong sepanjang 5-10 cm
            •    Dedak halus 1 bagian
            •    Sekam padi 20 bagian
            •    Decomposer 5 sendok makan
            •    Air secukupnya

2.    Cara Pembuatan
  •  Larutkan 5 sendok makan decomposer kedalam 20 liter air
  • Campurkan jerami padi, sekam dan dedak halus secara merata
  • Siramkan larutan decomposer secara perlahan-lahan kedalam adonan secara merata sampai tingkat kebasahan adonan mencapai kira-kira 30%-40% yakni dengan tanda-tanda apabila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dan apabila kepalan dilepaskan maka adonan tidak akan mengembang
  • Tumpuk adonan tersebut sampai ketinggian 30-35 cm diatas ubin yang kering atau tanah yang teralasi. Kemudian tutup adonan dengan karung goni atau serasah selama 3-4 hari
  • Periksa suhu adonan setiap hari, apabila adonan terlalu panas (suhu lebih dari 60°C) bukalah penutup
  • adonan dan aduk adonan sampai suhunya turun. Kemudian tutup kembali tumpukan adonan.
  • Setelah 10-21 hari, adonan telah tuntas mengalami proses fermentasi/penguraian dan menjadi kompos aktif yang siap untuk digunakan


KOMPOS AKTIF/BOKASHI PUPUK KANDANG ARANG
1.    Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pembuatan kompos/bokashi pupuk kandang arang ini sama dengan alat yang digunakan dalam pembuatan kompos/bokashi jerami. Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan kompos aktif/bokashi pupuk kandang arang yaitu :
•    Pupuk kandang 20 bagian
•    Dedak halus 1 bagian
•    Arang sekam/arang serbuk gergaji 10 bagian
•    Decomposer 5 sendok makan
•    Air secukupnya

2.    Cara Pembuatan
  • Larutkan 5 sendok makan decomposer kedalam 20 liter air
  • Campurkan pupuk kandang, arang sekam/serbuk gergaji dan dedak halus secara merata
  • Siramkan larutan decomposer secara perlahan-lahan kedalam adonan secara merata sampai tingkat kebasahan adonan mencapai kira-kira 50% yakni dengan tanda-tanda apabila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dan apabila kepalan dilepaskan maka adonan tidak akan mengembang
  • Tumpuk adonan tersebut sampai ketinggian 15-20 cm diatas ubin yang kering atau tanah yang teralasi. Kemudian tutup adonan dengan karung goni atau serasah selama 3-4 hari
  • Periksa suhu adonan setiap hari, apabila adonan terlalu panas (suhu lebih dari 60°C) bukalah penutup adonan dan aduk adonan sampai suhunya turun. Kemudian tutup kembali tumpukan adonan.
  • Setelah 10-21 hari, adonan telah tuntas mengalami proses fermentasi/penguraian dan menjadi kompos aktif yang siap untuk digunakan

KETERANGAN
  • Ukuran yang biasa digunakan dalam pembuatan kompos aktif/bokashi adalah volume (bagian). Misalnya ember, karung dan lain sebagainya yang sering digunakan oleh petani.
  • Larutan decomposer tidak perlu habis semua dalam satu kali proses pembuatan akan tetapi disesuaikan dengan tingkat kebasahan adonan yang disyaratkan.

PENYIMPANAN
Kompos/bokashi yang baru terbentuk perlu dilakukan proses pengeringan terlebih dulu dengan cara dikering-anginkan selama 1-2 hari sebelum kompos dikemas. Pengemasan dapat dilkukan menggunakan karung/plastik.

Kompos/bokashi yang telah dikemas sebaiknya disimpan di tempat kering yang terhindar dari sinar matahari langsung, air hujan/genangan air. Masa penyimpanan maksimal bagi kompos yang telah dikemas adalah satu tahun saja.

PENGGUNAAN
Untuk tanaman padi sawah, dosis kompos/bokashi yang digunakan yaitu 2-3 ton/ha. Dengan perlakuan sebelum ditaburi kompos aktif, lahan sawah dikeringkan selama 1 hari. Kemudian kompos aktif ditaburkan diatas lahan sawah dan didiamkan selama 1-6 hari sebelum penanaman. Kompos/bokashi diberikan lagi setelah penyiangan pertama (umur tanaman 3-4 minggu).

Sumber :
Andoko, Agus. 2002. Budi Daya Padi Secara Organik. Jakarta : Penebar swadaya.
Musnamar, EI. 2007. Pupuk Organik : Cair & Padat, Pembuatan, Aplikasi. Jakarta : Penebar Swadaya.
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 16 December 2011 )
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PERTANIAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger